C-47 Skytrain US Army Air Force
Satu C-47 Skytrain United States Army Air Force yang tergabung dalam IX Troop Carrier Command terlihat dibawa masuk ke hanggar pemeliharaan, -sebuah bangunan berdinding kayu dan mampu memuat 4 C-47 sekaligus didalamnya-, di Grantham, Inggris yang sekaligus menjadi markas operasional dari USAAF IX Troop Carrier Command dan RAF No.5 Group Bomber Command.

Sudah sejak sebulan sebelumnya, Grantham Airfield terlihat sibuk. Para teknisi diinstruksikan untuk memeriksa dan meyakinkan bahwa semua C-47 (54 buah) dalam keadaan layak operasional dan diberi tanda “Invasion Stripes” [garis hitam-putih yang dicat di badan dan sayap pesawat untuk panduan menghindari insiden salah tembak dalam misi udara dalam PD II]. Para pilot dan navigator diinstruksikan untuk dalam keadaan siaga dan siap untuk briefing sebuah misi besar dalam beberapa hari kedepan.
Para pilot hanya diberi informasi bahwa tugas utama di misi itu adalah mengantarkan para GI dari 82nd dan 101st Airborne Division “berlibur” ke Perancis.


Di kemudiah hari, misi itu dikenal sebagai “Operation Neptune” yang merupakan salah satu bagian awal dari salah satu operasi militer yang paling sukses dengan mengintegrasikan kekuatan udara, darat dan laut di PD II Front Eropa: OPERATION OVERLORD.
Didalam Operation Neptune sendiri, tidak kurang dari 1500 sortie penerbangan transport dilakukan oleh kekuatan udara Sekutu.
Douglas C-47 Skytrain adalah varians militer dari Douglas DC-3 yang menggendong mesin ganda P&W R-1830 Radial Engines, 14 silinder. C-47 mampu membawa 28 orang pasukan, plus 3 awak pesawat dan hampir 2,500 Kg barang bawaan dengan MTOW 14,000 Kg.
Pesawat ini merupakan salah satu pesawat angkut vital dan handal dalam Perang Dunia II, baik di European Theatre ataupun Pacific Theatre.

Lebih dari 10,000 C-47/DC-3 telah diproduksi di fasilitas produksi Douglas Aircraft Company di Long Beach-CA, Santa Monica-CA dan Oklahoma City-OK. Di dalam PD II, C-47 umumnya digunakan sebagai pesawat angkut personil, kargo dan medis.
Jenderal Dwight Eisenhower pun tidak ragu untuk mengatakan bahwa C-47 adalah salah satu dari 4 senjata/peralatan yang paling berpengaruh selama konflik Perang Dunia II.
Long live Dakotas, Skytrains, Biscuit Bombers, Sky Sleepers, Bullshi*t Bombers…..long live Gooniebirds!!

Source:
Internet research.
Aircraft of World War II in Combat, Jackson, Robert.,Summertime Publishing Ltd, 2008.
The Aviation Book, Caoimh, Fia O.,Chronicle Books LLC, 2006
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
wah, congrats ya om buat “soft opening” site-nya
btw, yakin nih om, foto-nya gak dikasih watermark?
plagiat lagi jadi trend lho om di indo
Thanks, Om Hil…
My wife launched this site as my birthday present…jadi, mungkin karena dikejar tayang, foto-fotonya masih pake yang lama.
Tenkyu udah ngingetin watermark…
Once I came over to %BLOGTITLE% I can only see part of it, is this my internet internet browser or the internet web site? Should I restart?